Get Adobe Flash player
Google
Agenda, Link, & Polling
Agenda:

Link
Polling:
Apakah website ini menarik?
Menarik
Biasa:
Tidak Menarik:

Hit Counter: 
Warning: fread() [function.fread]: Length parameter must be greater than 0 in /home/kingkong/public_html/counter.php on line 10
User Online : 3
Contact
an image
SMK Ma'arif 1 Kebumen
Jl. Kusuma 75

Email: smkmaarif1kebumen@yahoo.com

Phone: (0274) 371-573


Yahoo Messenger


July,04-2015

Wellcome

SELAMAT DATANG DI WEBSITE SMK MA'ARIF 1 KEBUMEN

 

 

Kehadiran website ini diharapkan mampu memberi warna pada dunia pendidikan mulai dari transparansi publik, informasi pendidikan, inovasi pembelajaran, dan informasi lain yang relevan dengan perkembangan pendidikan khususnya di SMK Ma'arif 1  Kebumen.

Harapan Kami, semoga kehadiran Website ini sebagai jembatan informasi antara orang tua/wali murid atau pemerhati pendidikan khususnya SMP Negeri 13 Yogyakarta dengan pihak sekolah dalam rangka perbaikan dan peningkatan kualitas mutu di masa mendatang.
 
Terima kasih anda telah mengunjungi website SMP Negeri 13 Yogyakarta.

Harapan Kami, semoga kehadiran website ini sebagai jembatan informasi antara orang tua/wali murid atau pemerhati pendidikan khususnya SMK Ma'arif 1  Kebumen dengan pihak sekolah dalam rangka perbaikan dan peningkatan kualitas mutu di masa mendatang.


Terima kasih anda telah mengunjungi website SMK Ma'arif 1  Kebumen

Daftar Penetapan Siswa Penerima Dana Bantuan Siswa Miskin/Program Indonesia Pintar Kabupaten Kebumen Tahun 2015 Angkatan 1 (BSM/PIP) Sekolah Menengah

24/06/2015    Kegiatan

Daftar Penetapan Siswa Penerima Dana Bantuan Siswa Miskin/Program Indonesia Pintar Kabupaten Kebumen Tahun 2015
Angkatan 1 (BSM/PIP) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Provinsi Jawa Tengah

 

DATA LENGKAP : DISINI

Hakikat Puasa (3)

22/06/2015    Santapan Rohani

Tahukah Anda bagaimana tingkatan orang-orang yang berpuasa itu? Simaklah keterangan berikut ini!

Hakikat Puasa adalah puasa lahir dan batin

Sesungguhnya puasa yang disyari’atkan bukanlah sekedar menahan diri dari makan dan minum, namun hakikatnya adalah puasa yang meliputi dua dimensi sekaligus, lahir maupun batin. Para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah rahimahumullah dari dulu telah menjelaskan tentang hakikat puasa yang memiliki dua dimensi sekaligus.

Ibnu Qudamah rahimahullah dalam ringkasan kitab Ibnul Jauzi rahimahullah yang dinamakan Mukhtashar Minhajil Qashidin, pada hal. 44 menjelaskan tentang tingkatan puasa,

Puasa memiliki tiga tingkatan:

  1. Puasa umum,
  2. Puasa khusus, dan
  3. Puasa super khusus

Beliaupun menjelaskan satu persatu macam-macam puasa tersebut,

1. Puasa Orang Umum

Ibnu Qudamah rahimahullah mengatakan,

“Adapun puasa umum adalah menahan perut dan kemaluan dari menuruti selera syahwat (menahan diri dari melakukan berbagai pembatal puasa, seperti makan, minum, dan bersetubuh).”

Puasa jenis umum ini jelas sekali diambil dari dalil-dalil tentang adanya pembatal-pembatal puasa.

2. Puasa Orang Khusus (VIP)

Ibnu Qudamah rahimahullah melanjutkan penjelasannya,

“Dan puasa khusus adalah menahan pandangan, lisan, kaki, pendengaran, penglihatan dan seluruh anggota tubuh dari dosa-dosa.”

Puasa jenis khusus ini diambil dari dalil-dalil yang menunjukkan bahwa hakikat disyari’atkannya puasa itu untuk sebuah hikmah meraih derajat ketakwaan dan takut kepada Allah, sehingga dengannya orang yang berpuasa bersih jiwanya dari seluruh kemaksiatan dan menjadi orang yang diridhai oleh-Nya.

Di antara dalil yang menunjukkan hal ini adalah

firman Allah Ta’ala,

 

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa (Ramadhan) sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa” (Al-Baqarah: 183). Lihatlah tafsirnya kembali dalam artikel pertama.

Adapun dalil-dalil lainnya, insyaallah akan diisyaratkan pada artikel selanjutnya.

3. Puasa Super Khusus (VVIP)

“Adapun puasa super khusus adalah puasanya hati dari selera yang rendah dan pikiran yang menjauhkan hatinya dari Allah Subhanahu wa Ta’alaserta menahan hati dari berpaling kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala secara totalitas”

Adapun dalil-dalil tentang puasa super khusus ini adalah:

Dalil-dalil tentang jenis puasa khusus yang telah disebutkan di atas dan dalil tentang bahwa baiknya hati adalah asas bagi baiknya anggota tubuh yang lainnya. Sehingga ketakwaan yang asasi adalah ketakwaan hati, maka jika hikmah disyari’atkannya puasa itu adalah untuk meraih ketakwaan, maka hakikatnya, yang pertama kali tercakup adalah ketakwaan hati, karena ketakwaan yang paling mendasar dan paling agung adalah ketakwaan hati.

Dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

***

Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah

SUMBER

Hakekat Puasa (2)

22/06/2015    Santapan Rohani

Puasa yang sempurna adalah puasa lahir dan batin

“Inilah sesungguhnya puasa yang disyari’atkan, ia tidak sekedar menahan dari makan dan minum!”

demikian tutur seorang Imam besar, dokter hati kaum Muslimin, Ibnul Qoyyim rahimahullah.

Memang demikian, sesungguhnya puasa yang disyari’atkan bukanlah sekedar menahan dari makan dan minum, namun hakikatnya adalah puasa yang meliputi dua dimensi sekaligus, lahir maupun batin. Para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah rahimahumullah dari dulu telah menjelaskan tentang hakikat puasa yang memiliki dua dimensi ini sekaligus.

Berikut ini nukilan dari beberapa ulama rahimahumullah tentang hal itu. Al-Allamah Ahmad Syakir rahimahullah ketika menyesalkan banyaknya kebiasaan puasa yang dilakukan oleh sebagian kaum Muslimin yang bertentangan dengan hakikat puasa itu sendiri mengatakan,

“Sesungguhnya saya melihat banyak dari kebiasaan yang kita lakukan dalam berpuasa bertentangan dengan hakikat puasa, bahkan menggugurkan pahalanya, lebih dari itu, malah menyebabkan manusia bertambah dosa” (Jamharah Maqalat Ahmad Syakir: 2/692 PDF).

Puasa adalah berpuasanya seluruh anggota tubuh

Ibnul Qoyyim rahimahullah menjelaskan hakikat puasa ditinjau dari sisi anggota tubuh manusia yang ditahan dari melakukan hal-hal yang disyari’atkan untuk ditahan ketika berpuasa,

“Orang yang berpuasa adalah orang yang (seluruh) anggota tubuhnya berpuasa dari dosa-dosa, dan lisannya pun berpuasa dari dusta, ucapan keji dan ucapan batil, puasa perutnya dari makan dan minum, puasa kemaluannya dari bersetubuh” (Shahih Al-Wabilish Shayyib, hal. 54).

Buah Puasa yang hakiki

Hakikat puasa yang sempurna itu, ketika seluruh anggota tubuh sama-sama berpuasa. Jika seseorang melakukan ibadah puasa dengan bentuk yang seperti itu, maka akan didapatkan buah-buah manis seperti yang dijelaskan Ibnul Qoyyim di bawah ini,

“Maka jika ia berbicara, tidaklah mengucapkan ucapan yang menodai puasanya, dan jika ia berbuat, tidaklah melakukan perbuatan yang merusak puasanya, hingga keluarlah seluruh ucapannya dalam bentuk ucapan yang bermanfaat lagi baik, demikian pula untuk perbuatannya.”

“Maka ucapan dan perbutannya tersebut seperti bau harum yang dicium oleh orang yang duduk menemani pembawa minyak wangi misk! Demikianlah orang yang menemani orang yang berpuasa (dengan sebenar-benar puasa), niscaya akan mengambil manfaat dari pertemanannya tersebut, ia akan merasa aman dari ucapan batil, dusta, kefajiran dan kezhaliman. Inilah sesungguhnya puasa yang disyari’atkan, ia tidak sekedar menahan dari makan dan minum” (Shahih Al-Wabilish Shayyib, hal. 54).

Mengapa bukan hanya makanan dan minuman yang tertuntut untuk ditinggalkan saat berpuasa?

Simaklah penuturan Ibnul Qoyyim berikut ini,

 

“Maka puasa (yang hakiki) adalah puasanya seluruh anggota tubuh dari dosa-dosa dan puasanya perut dari minuman dan makanan.  Sebagaimana makan dan minum itu memutuskan kesahan puasa dan merusaknya, maka demikian pula dosa-dosa akan memutuskan pahala puasa dan merusak buahnya, hingga membuatnya menjadi seperti kedudukan orang yang tidak berpuasa” (Shahih Al-Wabilish Shayyib, hal.54-55).

Itulah uraian ulama kita rahimahumullah tentang hakikat puasa. Penjelasan hal ini diambil dari dalil-dalil tentang karakteristik puasa yang benar.Insyaallah, akan penulis isyaratkan sebagian dalil-dalil tersebut pada tempatnya di seri artikel tentang hal itu.

 

Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah

 

SUMBER

Latest News

Gallery