Pidato Kenegaraan, Presiden: Indonesia Bangsa Besar, Tinggalkan Mental Budak

pidato-kenegaraan-presiden-indonesia-bangsa-besar-tinggalkan-mental-budak20170816161802
UMUM admin234 2017-08-16 16:18:03
DOWNLOAD PDF

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Bukan hanya karena jumlah penduduknya yang lebih dari 250 juta jiwa, bukan hanya karena memiliki 17 ribuan pulau. Bukan hanya karena sumberdaya alam yang melimpah. Tapi, kebesaran Indonesia karena bangsa ini sudah teruji oleh sejarah, bisa tetap kokoh bersatu sampai menginjak usianya ke-72 tahun.

Penegasan itu disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sambutannya pada Pidato Kenegaraan dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2017, pada Sidang Bersama DPR-RI dan DPD-RI, di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD, Jakarta, Rabu (16/8/2017) siang.

Kepala Negara mengemukakan, Indonesia adalah bangsa petarung yang berani berjuang dengan kekuatan sendiri meraih kemerdekaan, merebut kemerdekaan berkat perjuangan para pahlawan kita, ulama, para santri, pemimpin agama-agama, dan pejuang dari seluruh pelosok Nusantara.

Semua itu, tegas Presiden, harus membuat kita semakin bangga pada Indonesia, negeri yang kita cintai bersama. Semua itu, harus membuat kita percaya diri untuk menghadapi masa depan.

“Kita harus meninggalkan warisan kolonialisme, yang menjadikan bangsa kita bermental budak, karakter rendah diri, pecundang dan selalu pesimis dalam melihat hari esok,” ujar Presiden.

Kepala Negara menegaskan, Indonesia harus membuang jauh-jauh mentalitas negatif yang membuat sesama anak bangsa saling mencela, saling mengejek, dan saling memfitnah. “Karena kita adalah bersaudara, saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air,” tegas Presiden.

Menurut Kepala Negara, Indonesia harus membangun pondasi kultural yang kuat, bersatu dan berdiri gagah untuk menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks, yang semakin ekstrim, dan berubah dengan sangat cepat.

“Hanya bangsa yang cepatlah yang akan memenangi persaingan global,” ujar Presiden seraya mengingatkan, bahwa Indonesia pernah menjadi tempat bagi negara lain untuk belajar, belajar tentang Islam, belajar tentang seni budaya, belajar tentang ilmu pengetahuan-teknologi dan lain-lain.

“Kebanggaan inilah, yang harus kita rebut kembali, kebanggaan terhadap kreasi dan karya sendiri, kebanggaan terhadap produk sendiri,” ungkap Presiden.

Harus Percaya Diri

Sebagai bangsa yang besar dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, mempunyai ratusan suku dan ribuan pulau, Kepala Negara menegaskan, bangsa Indonesia harus percaya diri untuk meraih kemajuan, mengejar ketertinggalan dan mewujudkan kejayaan.

“Kita harus percaya pada kekuatan bangsa kita sendiri. Banyak bukti yang menunjukkan bahwa kita mampu untuk meraih kemajuan,” tegas Presiden seraya memberi contoh, dulu kita takut terhadap masuknya bank-bank asing ke negeri kita. Ternyata bank-bank nasional kita mampu bersaing dan kini telah menjadi bank-bank yang besar dan modern.

Kepala Negara menegaskan, bahwa Indonesia memiliki kekuatan yang sungguh luar biasa, yakni anak-anak muda. Anak-anak muda kita banyak yang menjadi juara olimpiade matematika, fisika, dan biologi.

“Anak-anak muda kita telah menunjukan prestasi mereka, mulai dari menjadi juara hafidz Al-Qur’an, berprestasi dalam karya robotik, sangat inovatif sebagai start-up, dan juga kreatif dalam berkesenian sampai di panggung-panggung dunia. Demikian pula dengan industri kreatif dan film-film nasional kita, yang banyak digerakkan oleh anak-anak muda, semakin digemari dan ditonton oleh banyak orang,” ulas Presiden.

Namun, Kepala Negara meminta agar semua keunggulan itu tidak harus membuat terlena, membuat berpuas diri. Presiden mengingatkan banyak pekerjaan yang harus dituntaskan. Masih banyak janji kemerdekaan yang harus ditunaikan.

Sidang bersama DPD RI-DPR RI yang dipimpin oleh Ketua DPD RI Oesman Sapta dihadiri oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Ibu Mufidah Jusuf Kalla, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dan juga dihadiri oleh para Ketua, Wakil Ketua, anggota lembaga negara, dan para menteri Kabinet Kerja.

Tampak pula, pimpinan lembaga pemerintah non kementerian, Presiden RI ketiga BJ Habibie, Presiden RI kelima Megawati Soekarnoputri, mantan Wakil Presiden Try Sutrisno, mantan Wakil Presiden Boediono, Shinta Nuriyah Wahid, dan Karlina Umar Wirahadikusuma.

Sumber : JPP

Komentar

Belum ada komentar

Tulis Komentar Anda

Silahkan login terlebih dahulu

Berita Lainnya

Info Loker @Humas Mar-One 2017-08-16 19:26:05

SISWA KELAS XII SMK MAARIF 1 KEBUMEN ANTUSIAS DALAM PRA SELEKSI

Kegiatan Pras Seleksi yang dilaksanakan di jenjang SMK di Tahun 2017/2018, khususnya di Kabupaten Kebumen tepatnya pada hari Minggu, 13 Agustus 2017 di salah satu SMK di Kebumen.…

Modul Prakerind admin234 2017-09-14 11:14:46

MODUL SENI BUDAYA ISLAM

  1. A.      Akulturasi Budaya Islam Barat

Jatuhnya peradaban dan kebudayaan Islam setelah diakulturasikan antara kebudayaan…

Info Loker bmb 2017-08-11 13:46:53

Info loker BKK SMK MAARIF 1 KEBUMEN 11082017

Info loker BKK SMK MAARIF 1 KEBUMEN
Memberi kesempatan PUTRI terbaik Kebumen utk bisa berkarya di Loker PT. BATAMINDO GROUP. Fassilitas :
a. Dormitory
b. Sistem kerja…

Info Loker marto 2017-10-18 15:22:02

JADWAL TES PT ASTRA HONDA MOTOR 28 - 30 OKTOBER 2017 DI KEBUMEN

Berikut kami lampirkan jadwal test PT. Astra Honda Motor

 

BATCH 1
SABTU, 28 OKTOBER 2017
PKL. 07.00

BATCH 2
SABTU, 28 OKTOBER 2017
PKL. 11.00

BATCH…